Pengamatan fotosintesis pada Hydrilla

Laporan Praktikum

“Fotosintesis pada Hydrilla”

 

Dosen Pembimbing       : Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M.Pd

Disusun oleh :

Septa Haryati               A1G010046

Oriza Oktarina             A1G010056

Tri Prayitno                  A1G010066

Pahrul Jailani               A1G010076

 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Universitas Bengkulu

2011

KEGIATAN 5

 ( BENARKAH FOTOSINTESIS MENGAHSILKAN GAS? )

Tujuan

  1. Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan gas.
  2. Mengamati bahwa cahaya langsung mempengaruhi jumlah gas yang dihasilkan.

Alat dan Bahan

-          Botol bening                        : 1 buah

-          Selang atau pipet               : 1 buah

-          Air bersih

-          Tumbuhan air                     : Hydrilla

-          Plastisin                                : 2 buah

-          Jam

Langkah Kerja

  1. Masukkan air pada botol yang sudah disediakan. Jangan terlalu penuh, dan beri ruang kosong pada botol.
  2. Masukkan hydrilla pada selang atau pipet, jangan terlalu longgar dan jangan terlalu padat. Kemudian masukkan ke dalam botol yang sudah berisi air. Pastikan selang atau pipet masuk  dalam air dan tidak menggantung.
  3. Lalu tutup lubang botol dengan menggunakan plastisin dengan rata, sehingga tidak ada tempat atau ruang untuk udara bisa masuk ke dalam botol dan membuat selang atau pipet tidak bergerak-gerak.
  4. Setelah lubang botol tertutup rapat, sedot air hingga naik dan memenuhi setengah atau lebih dari selang atau pipet tersebut. Lalu tutup kembali ujung selang atau pipet tersebut dengan plastisin hingga rata dan tidak ada udara yang masuk ataupun keluar.
  5. Amati Hydrilla tersebut dari pagi, siang, sore dan malam dengan jarak waktu pengamatan antara pengamatan yang pertama dan selanjutnya selama 3 jam. (Amati 3 jam sekali)
  6. Hitunglah gelembung udara yang keluar dari tumbuhan Hydrilla di dalam selang atau pipet tersebut, dan bandingkan jumlah gelembung udara (gas) yang dihasilkan tumbuhan hydrilla pada waktu pagi, siang, sore dan malam hari.

Landasan Teori

Cara tumbuhan membuat makanannya sendiri disebut fotosintesis. Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun. Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury, 1995).

Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim tang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya.

Bahan-bahan yang digunakan tumbuhan untuk membuat makanannya adalah zat hijau daun, air, karbon dioksida, dan cahaya matahari ataupun lampu. Air diperoleh tumbuhan dari dalam tanah. Air dari tanah diserap oleh akar. Air disalurkan ke daun melalui pembuluh angkut (xylem). Karbon dioksida diperoleh dari udara yang masuk melalui mulut daun (stomata). Cahaya diserap oleh klorofil.

Air yang sampai pada daun (di bagian kloroplas) digunakan bersama karbon dioksida untuk proses fotosintesis. Melalui proses fotosintesis, tumbuhan mengubah air dan karbon dioksida menjadi karbohidrat dan oksigen dengan bantuan sinar matahari atau cahaya yang cukup.

Pada dasarnya fotosintesis meliputi dua tahap reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Tahap reaksi terang merupakan tahap fotosintesis yang mutlak memerlukan cahaya. Cahaya diabsorsi oleh pigmen hijau klorofil dan energi yang keluar dari proses eksitasi molekul pigmen ditangkap oleh suatu senyawa fosfat menjadi senyawa fosfat berenergi tinggi ( ATP ). Pada tahap ini diperlukan senyawa donor elektron yaitu H2O, yang melalui proses fotolisis menghasilkan selain elektron juga oksigen ( O2 ) yang dilepaskan. Tahap reaksi gelap, tidak mutlak haus ada cahaya, namun dapat pada keadaan gelap ataupun cahaya. Tahap ini merupakan sintesis kalbohidrat melalui serangkaian reaksi kimia ( siklus calvin ) dari senyawa awal CO2.

Jadi, pada keseluruhan reaksi fotosintesis CO2 + H2O -> karbohidrat ( C6H12O6 ) + O2. H2O diperlukan pada fotosintesis terang sebagai donor elektron yang akan menghasilkan O2, dan CO2 digunakan dalam reaksi gelap membentuk karbohidrat ( C6H12O6 ).

Hasil Pengamatan

Hari/

Tanggal

Waktu

Jam

Lamanya pengamatan

Banyaknya Gelembung

Senin/

19-12-2011

Pagi

07.15 – 07.16

wib

1 menit

24 gelembung

Senin/

19-12-2011

Siang

10.09 – 10.10

wib

1 menit

121 gelembung

Senin/

19-12-2011

Siang

13.00 – 13.01

wib

1 menit

106 gelembung

Senin/

19-12-2011

Sore

16.04 – 16.05

wib

1 menit

65 gelembung

Senin/

19-12-2011

Malam

19.00-19.01

1 menit

Tidak ada gelembung

Pembahasan

Pada percobaan tentang proses fotosintesis Hydrilla, diketahui bahwa pada proses fotosintesis dihasilkan oksigen. Hal ini dapat dibuktikan dari adanya gelembung-gelembung yang dihasilkan. Waktu pengamatan yang berbeda-beda menghasilkan gelembung yang berbeda-beda pula, bahkan pada satu waktu tidak dihasilkan gelembung.

Pada waktu pengamatan yang dilakukan pada malam hari tidak tampak adanya gelembung udara. Sedangkan waktu pengamatan yang dilakukan pagi, siang, dan sore hari, tampak adanya gelembung udara dengan jumlah yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah cahaya, suhu dan konsentrasi CO2.

Cahaya matahari langsung intensitasnya lebih tinggi daripada yang tidak langsung. Hal ini akan mempengaruhi jumlah gelembung gas yang dihasilkan pada fotosintesis tumbuhan Hydrilla. Kegiatan fotosintesis dapat diukur dengan menghitung jumlah gelembung gas yang dihasilkan dari bagian tumbuhan. Dari pengukuran banyaknya gelembung gas yang dihasilkan akan terlihat bahwa laju produksi gas meningkat bila intensitas cahaya meningkat.

Ini terlihat dari hasil pengamatan banyaknya gelembung udara (gas) yang muncul pada saat pengamatan dilakukan pada waktu pagi, siang dan sore hari. Walaupun dengan jumlah gelembung udara (gas) yang berbeda-beda, namun menunjukkan bahwa saat ada cahaya matahari, gelembung-gelembung tersebut muncul yang juga menandakan bahwa ada  proses fotosintesis yang sedang berlangsung. Sedangkan pada malam hari tidak ada cahaya matahari, itu menyebabkan tidak ada gelembung udara (gas) yang muncul. Yang menandakan tidak adanya proses fotosintesis yang terjadi.

Kesimpulan

Dari hasil praktikum yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa cahaya matahari merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi fotosintesis. Energi cahaya dalam hal ini cahaya matahari sangat menentukan jalannya proses fotosintesis, dimana jika suatu tumbuhan berada atau diletakkan di tempat yang terbuka atau di tempat yang dapat memperoleh cahaya matahari secara langsung, maka fotosintesis akan berlangsung lebih cepat dan oksigen yang dihasilkan juga lebih banyak dibandingkan dengan tumbuhan yang berada di dalam ruangan dan tidak adanya cahaya matahari ataupun hanya diberi cahaya lampu saja.

Setiap gelembung udara yang dihasilkan merupakan oksigen yang terbentuk dalam proses fotosintesis dan semakin banyak CO2 yang digunakan dalam fotosintesis maka makin banyak pula oksigen yang dihasilkan.

Referensi

-          Ellis, Nihayati. 1986. Anatomi Tumbuhan. Rajawali Press, Jakarta.

-          Kimball, John. W. 1992. Biologi Umum. Erlangga, Jakarta.

-          Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. ITB, Bandung

-          Kimball, John. 1992. Biologi Jilid 1 Edisi Kelima. Erlangga. Jakarta.

-          Sasmitaharja. 1996. Fisiologi Tumbuhan. Jurusan Biologi PMIPA ITB. Bandung.

-          http://supeksa.wordpress.com/2011/10/15/reaksi-terang-dan-reaksi-gelap/

-          http://smartbekantan.blogspot.com/2009/04/bab-i-pendahuluan-1_12.html

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s